#melayang {position:fixed;_position:absolute;bottom:30px; left:0px;clip:inherit;_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }
Tampilkan postingan dengan label DAGANG.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAGANG.. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Februari 2013

HIKMAH

permainan akal sebagai ujung tombak yang diperankan nafsu = menari-nari diatas derita kekalahan akan kemiskinan budi pekerti luhur....
hati yang bersemayam dalam teduhnya sanubari seolah mati terpesona oleh tipuan yang mendayu bak nahkoda yang terlena oleh pesona alam indah didepanya....
tanpa sadar alam itu maya nan fana tak terumpamakan.....
adakah kelembutan salju yang dapat membasuh lumuran darah percikan amarah yang terbuai dalam aura angkara murka.....?!
aku butuh kesejukan salju itu....
aku mendambakan teduhnya buaian damai penyejuk hati....
yaa... maha pengampun....!
sertakan doaku dalam naungan rahmatmu untuk dalam menembus dinding-dinding mustajabmu....
ku baca segala yang bisa ku baca...
dalam berbagai bahasa runduk hamba....
hingga saat menempuh jemputan ajal yang menunggu dipintu batas suratanmu......
اللهم هون علينا من السكرة الموت

Kamis, 31 Januari 2013

KATA BIJAK

bila setetes maaf sebagai sambut ampunan tak pernah menetes, maka samudra pengampun takkan mudah penuhi isinya...
bila samudra ampunan telah hilang, maka tentu kedamaian mahluk di dalamnya akan punah....
jika setetes mampu menjadi samudra, apalah arti samudra yang selalu mampu memercikkan deburan ombaknya...
jadilah tanah yang datar, jika engkau bergaul sebagai mahluk sosial....
jadilah rumah dalam naunganya yang memiliki atap pelindung bagi mereka...
jadilah angin pagi yang sejuk ketika bersama dalam tiap suka dan duka...
jadilah bunglon dalam kebaikan bergaul....
jadilah pahlawan ketika dibutuhkan...
jadilah aliran listrik yang mampu bersilatu rahmi menerobos pekatnya warna warni saudara mahluk sosialmu...
jadilah lampu mercury yang mampu menerangi sudut sisi gelapnya....
berpihaklah nan bagaikan timbangan ketika engkau berbijaksana dalam perselisihan...
jadilah keledai ketika engkau teraniaya oleh mereka yang diam tak membalas....
jadilah dirimu sendiri di saat engkau mampu menjalani semua yang tertulis itu...
INGAT ...! KEBENARAN HARUS TETAP DIPERTAHANKAN....
BENAR TIDAK HARUS KERAS SEBAGAIMANA KETEGASAN ITU SENDIRI....
— di Alun_alun Kota Jember.