#melayang {position:fixed;_position:absolute;bottom:30px; left:0px;clip:inherit;_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Rabu, 23 Januari 2013

eh... kesasar!

mendung menyertai siang hari yang biasa disertai oleh matahari.
sementara laju manusia menuju rumah berpulang juga semakin rapat.
mengapa begitu...?
karna manusia lebih memilih tempat berteduh dari pada kehujanan yang hanya perkiraan saja.
hal itu menjadi satu bukti bahwa manusia masih dipenuhi perasaan yang hanya bersifat praduga saja.
jika sudah betu berarti manusia mampu melindungi sisi lahirnya dari kebobolan yang didasari dengan prasangkanya,
akan tetapi mengapa manusia jarang sekali merasa bahwa sisi dalamnya ( batin ) kebobolan oleh mendungya ahlak yang menjadi virus yang mewabah didalam gelapnya jiwa..?
bahkan sisi lahirpun mampu tersimpan dan dikunci rapat-rapat didalam jiwa.
buktinya manusia membawa sandalnya kelubuk sanubari hingga melekat dijiwa.
ingatlah!
pakailah sandal di kaki jangan pakai dihati.
karna hati tempa pertemuan ilham bagi bersarangnya kalimat dzikir dijiwa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar