#melayang {position:fixed;_position:absolute;bottom:30px; left:0px;clip:inherit;_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Senin, 21 Januari 2013

manusia tak uabahnya tanah timbunan yang memiliki karakter kehidupan untuk cukup membuktikan wujud sang maha pencipta, dan sebagai ajang intropeksinya manusia haruslah ingat bahwa semua unsur yang ada pada diri pribadi masing-masing merupakan unsur terendah dari berbagai mahluk ciptaan sang maha penguasa, maliaikat tecitakan dari cahaya, iblis dari api, dan manusia dari segumpal tanah yang proses tampaknya adalah tetesan air hina yang bersua dan bermuara didalam rahim.
lalu manakah kebanggaan yang harus dibangga-banggakan...?
dan manakah derajat tinggi yang diidolakan...?
semua runtuh berbentuk tetesan keringat yang hingga kemudian membentuk partikel-partikel keras menyerupai tanah yang basah oleh air.
oh manusia..! masih pantaskah engkau membusungkan dada...?
masih layakkah orang menyebutmu manusia yang memiliki kesempurnakan oleh karna punya fikiran yang saya kira tak seberapa jenius...?
masih pantaskah engkau menyatakan atas kesuksesanmu...?
oleh karena engkau dikaruniai kekayaan yang melimpah ruwah.....?
gunakanlah akalmu untuk tafakkur, dan tidurlah engkau dalam tafakkur panjangmu, serta bangunlah membawa hasil positif buah dari tafakkurmu yang pasti baik-baik itu.
by : rooney el-battaty

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar