#melayang {position:fixed;_position:absolute;bottom:30px; left:0px;clip:inherit;_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Senin, 28 Januari 2013

hikmah dzikir

pesan Syeh Ibnu 'Athoillah As-Sakandariy dalam untaian mutiara hikmahnya kitab  Syarah Al-Khikam Juz 1 Hal- 40 yang di Syarahi oleh Syeh Muhammad Bin Ibrohim yang dikenal dengan julukan Ibnu 'Ibad Ar-Rindiy yang di jelaskan juga pada pinggir ( Hamish )nya yang dijelaskan oleh Syeh 'Abdullah Asy-Syarqowiy: 
 لاتترك الذكر لعدم حضورك مع الله فيه لان غفلتك عن وجودذكره اشد من غفلتك في وجودذكره فعسى ان يرفعك من ذكرمع وجود غفلة الى ذكرمع وجود يقظة ومن ذكرمع وجود يقظة الى ذكرمع وجود حضور ومن ذكر مع وجود حضورالى ذكرمع وجودغيبة عما سوى المذكور وما ذلك على الله بعزيز
janganlah engkau meninggalkan dzikir , karna hatimu tidak akan bisa hadir bersamaan dengan allah SWT, oleh karna sesungguhnya lalaimu dari adanya dzikir kepada Allah SWT ( meninggalkan dzikir ) lebih berbahaya dari pada lalaimu dengan masih tertinggal dzikir di hati, siapa tau barangkali allah SWT akan mengangkat derajatmu dari derajat dzikir yang disertai adanya kelalaian naik pada derajat dzikir yang disertai dengan sadar dari kelalaian, dan dari dzikir yang disertai sadar naik pada derajat dzikir yang disertai dengan adanya hadir kepada Allah SWT. dan dari derajat dzikir yang disertai hadir naik pada derajat dzikir yang masuk pada ghaibah ( ada yang menyatakan kegaiban ) tidaklah ada kesukaran bagi Allah tentang hal-hal seperti itu

dari ulasan di atas kita dapat menarik kesimpulan, bahwa kewajiban hamba kepada tuhanya untuk selalu mengingatnya dalam bentuk wujudnya dzikir, sebagaimana tuntunan dalam Al-Qur'an dan juga dinyatakan dalam kitab Iqoodzul himam juz 1 hal-61.Syarah Al-khikam, sebagai lebih utama-utamanya amal karna termasuk rukun yang kuat bagi kaum untuk menapaki jalan menuju allah.
dan ini juga dijelaskan oleh imam Ibnu 'Abbas RA :

 قال ابن عباس رضي الله عنهما كل عبادة فرضها الله تعالى جعل لها وقتاً مخصوصاً وعذر العباد في غير أوقاتها إلا الذكر لم يجعل الله له وقتاً مخصوصاً قال تعالى " أذكروا الله ذكراً كثيراً " وقال تعالى " فإذا قضيتم الصلاة فإذكروا الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبكم

 beliau ( Imam Ibnu 'Abbas RA ) menyatakan secara singkat, bahwa Allah SWT telah menetapkan waktu khusus pada semua ibadah, sedangkan udzurnya hamba pada selain waktunya kecuali dzikir itu pun Allah tidak menentukan waktu yang khusus, sebagaimana firman-Nya.
dengan satu kesimpulan bahwa, allah telah menentukan waktu khusus pada semua ibadah kecuali dzikir.
dan mlihat pernyataan Syeh Ibnu 'Athoillah As-Sakandary diatas kita bisa tarik benang merah bahwa bahwa dzikir terbagi menjadi 3 :
  1.  dzikir dengan lisan tanpa diiringi oleh hati
  2. dzikir dihati tanpa di ikuti oleh lisan
  3. dzikir dilisan hati
 dan ini juga di jelaskan dalam pengajian dengan bahasa jawa oleh salah satu ulama' dari tanah jawa Asy-Syeh Zaid Abdul Hamid ( pengasuh pesantren Mahir Arriyadl ringinagung pare kediri jawa timur ) dan belia juga termasuk ulama ahli hakikat, karna beliau juga termasuk wakil sebagai sambung tanganya Syeh Abdul jalil Mustaqim ( Mursyid Thoriqoh Syadziliyyah serta pengasuh pondok PETA kauman Tulungagung jawa timur ) bahwa :
dzikir ada 3 :
  1. dzikir asmo tanpo roso ( dzikir asma' dengan hanya dilafalkan sebagaimana diatas )
  2. dzikir roso tanpo asmo ( dzikir rasa yang hanya bertempat dihati sebagaimana diatas )
  3. dzikir asmo lan roso ( dzikir asma' dengan disertai dzikir rasa / ruh sebagaimana diatas )
 semoga kita dapat termasuk dari kreteria di atas walau hanya yang poin nomor 1....
sekian dulu ya...?!






 "

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar