#melayang {position:fixed;_position:absolute;bottom:30px; left:0px;clip:inherit;_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Selasa, 29 Januari 2013

MUKHASABAH

TERTIPU PERASAAN TAWAADLU' 
Banyak sekali dari kalangan 'awam yang mencoba melakukan hal apa yang disebut andap ashor ( jawa ) yang sebenarnya orang tersebut tidak mengetahui apa itu andap ashor yang lebih dikenal dengan Tawaadlu' ( merasa dirinya rendah di sisi mahluk lain, terlebih kepada allah SWT. ).
yang mana dalam peraktek keseharianya mereka cenderung berlaku sopan dalam penampilan lahiriyyahnya akan tetapi tidak dengan hati yang terseok-seok oleh perasaan yang menyatakan dalam bahasanya " aku ini sudah bertawadlu'" akan tetapi ini sulit di ingkari karna memng tabiat nafsu yang tak mau mengakuinya, sebab halusnya perasaan itu hingga tanpa terasa kita terbawa oleh bahasa lahir yang seakan bisa dinyatakan sebagai orang yang sangat bertawaadlu' bila dipandang oleh orang lain.
padahal tempat tawaadlu' hanyalah di lubuk hati yang paling dalam yang dikenal dengan bahasa sufinya sebagai  سويداءالقلب  , yang mana secara realitas Tawaadlu' hanya bertempat dihati  yang diharapkan semoga dapat menjadi Akhlak yang mulia sehingga dapat keluar menjadi satu perilaku perbuatan yang baik yang kita kenal dengan sebutan Adab hingga dapat diselaraskan dan sesuai denga kata bijak jawa "kulinakno lakumu podo karo atimu" yang artinya " biasakanlah perbuatanmu sama dengan apa kata hatimu" yang tentunya hati yang terselimuti oleh ahlak yang mulia dan hati yang bening sebening air hujan.
sehingga Syeh Ibnu 'Athoillah As-Sakandary berpesan dalam untaian mutiara hikmahya yang indan nan agung.:

من اثبت لنفسه تواضغا فهو المتكبر حقا اد ليس التواضع الا عن رفعة فمتي اثبت لنفسك رفعة فانت المتكبرحقا
 " barang siapa yang merasa dirinya Tawaadlu', maka sungguh sebenarnya dia telah Takabbur, sebab tiadalah ia merasa Tawaadlu' kalau bukan sifat merasa tinggi diri, maka kapan saja engkau merasa tinggi diri, maka engkau benar-benar orang yang memiliki sifat Takabbur."

"subhaanallah........."
begitu halus syaitan menggoda kita hingga kita pun tidak mengetahui diri kita sebenarnya......
karena orang yang merasa Tawaadlu' berarti ia telah mengejar target derajat tinggi diri.
yang mana derajat tinggi tersebut adalah mahluk yang sama-sama ciptaan Allah SWT. semisal minta Ma'rifat, minta Mukaasyafah, dll
sebagaimana tercantum dalam sepenggal dari untaian mutiara hikmah Syeh Ibnu 'Athoillah As-Asakandary :
وطلبك من غيرهاوجود بغد ك عنه

" permohonan seseorang selain kepada Allah, menunjukkan bahwa ia telah jauh dari Allah ( bahkan tidak mengenal Allah SWT ).
  
hal ini telah lama bersarang dihati kita sebagai wabah yang menyenangkan ketika terjangkit yang tanpa terasa malah menjauhkan kita dari Rahmat Allah SWT.
betapa tidak, kita yang disebut-sebut sebagai mahluk sosial sering terjebak dalam keadaan seperti ini.
sehingga dalam perilaku keseharin kita sering melakukanya, semisal kita sering mengajukan satu permohonan kepada sesama kita ataupun selain allah tanpa di ikuti permohonan kita kepada alloh dalam arti lupa memohon kepada Allah SWT.
"Masyaa Allah...." 
sekian dulu ya sobat...?!
wassalam....https://twitter.com/PetaAgung

by : Rooney El-Bettety  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar