#melayang {position:fixed;_position:absolute;bottom:30px; left:0px;clip:inherit;_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Senin, 28 Januari 2013

HIKMAH

 TANDA KEMATIAN JIWA
 pesan Syeh Ibnu 'Athoillah As-Sakandary dari untaian mutiara hikmah kitab alhikamnya :

من غلامة موت القلب عدم الحزن غلى ما فاتك من الموافقات وترك الندم على ما فعلته من وجود الزلات
sebagian dari tanda matinya hati bagi seorang murid ( istilah sufi ) ialah tidak adanya rasa sedih jika telah kehilangan kesempatan untuk melakukan taat kepada allah, tidak juga menyesal atas perbuatan ( kelalaian ) yang telah dilakukanya. 
 










keterangan diatas memberikan satu asumsi pemahaman bahwa, ketika hati telah terselimuti rasa keimanan yang kuat, maka tak kan ada satupun dari kalangan hamba yang tercatat sebagai mukmin untuk tidak bersedih ketika telah kehilangan kesempatan untuk melakukan taat kepada allah, dan pastinya akan ada penyesalan ketika ia telah melakukan kelalaian.

akan tetapi perlu di ingat bahwa " di sini tiada penyesalan, yang ada hanyalah berusaha memperbaiki apa yang kurang dari kedudukan kita selaku hamba" 
subhaanallah...
yaa rabb...
tunjukkanlah kami jalan yang engkau ridloi...
serta tuntunlah kami menuju kemaha sucianmu....
اللهم افتح لي بفتوح العارفين

 من تراب اقدامكم
by : Rooney El-Battaty

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar